Solok — Keterbatasan lahan di area perkotaan seringkali menjadi alasan utama masyarakat untuk enggan bercocok tanam. Namun, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok berhasil mematahkan stigma tersebut melalui aksi nyata yang mengubah paradigma bertani di era urbanisasi.

Pada Senin (2/3/2026) instansi ini membuktikan bahwa sudut kantor yang didominasi beton pun bisa disulap menjadi aset ekonomi produktif sekaligus sumber gizi mandiri dengan menunjukkkan memanen sebanyak 7 Kg sayur kangkung berkualitas super hasil budidaya hidroponik.Panen perdana ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah pesan edukatif bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari teras rumah atau halaman kantor.

Kangkung yang ditanam tanpa media tanah tersebut langsung dikemas rapi dalam plastik berlabel seberat 350 gram dan dijual seharga Rp5.000 per paket. Menariknya, sayuran bebas pestisida ini habis terjual dalam waktu singkat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan instansi sekitar, membuktikan adanya nilai ekonomi atau “cuan” yang nyata meskipun dikelola di lahan yang sangat terbatas.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, Ade Kurniati, S.Pt, menegaskan bahwa pemanfaatan pekarangan kantor ini merupakan model percontohan bagi keluarga urban. Menurutnya, teknik hidroponik yang mengandalkan larutan nutrisi dalam media air sangat efisien dan ramah lingkungan, sehingga sangat cocok diterapkan di wilayah yang mulai padat seperti Kota Solok.

IKLAN AGRARIS

Selain kangkung, pihak dinas juga mengoptimalkan lahan sempit mereka untuk membudidayakan cabai, tomat, terung, hingga bayam menggunakan sistem serupa dan media polybag.

Tingginya antusias pembeli menunjukkan bahwa peluang pasar untuk sayuran sehat dan praktis sangat terbuka lebar. Kepala Bidang Pangan, Hernenti Saher, SH, MM, menambahkan bahwa pihaknya berencana meningkatkan volume produksi untuk memenuhi permintaan masyarakat yang terus meningkat.

Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki skor Pola Pangan Harapan (PPH) di Kota Solok, tetapi juga memicu gerakan masyarakat untuk mandiri pangan melalui pola konsumsi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). [Mbee]

Referensi:

Sanju, Febriany Agustin (2026, 02 Maret). “Dinas Pertanian dan Pangan Solok Panen 7 Kg Kangkung Hidroponik”. Info Publik Solok. Diakses pada 03 Maret 2026, dari https://infopublik.solokkota.go.id/artikel/dinas-pertanian-dan-pangan-solok-panen-7-kg-kangkung-hidroponik