Agraris.id | 2026 — Agraris Indonesia menggelar kegiatan Company Field Mission di Jambak Sea Turtle Camp, Senin (28/9/2026), dengan tema “Exploring Blue Economy, Building Sustainable Ecosystems”. Kegiatan yang berlokasi di Jl. Pasir Jambak, Pasie Nan Tigo, Kec. Koto Tangah, Kota Padang ini diikuti oleh tim Agraris Indonesia bersama para peserta magang dengan tujuan mengenali langsung potensi dan masalah di kawasan ekosistem biru.

Dalam kunjungan tersebut, peserta magang diajak belajar untuk memahaman konsep ekosistem biru melalui obervasi konservasi mangrove, keterkaitan antara kawasan hulu dan hilir, serta tantangan nyata yang dihadapi masyarakat pesisir dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Observasi langsung ini dipilih agar pemahaman ekosistem tidak berhenti pada teori, tetapi dirasakan secara langsung. Melalui pengalaman tersebut, para peserta magang diharapkan tidak hanya memahami konsep secara kognitif, melainkan juga memiliki kepekaan terhadap realitas sosial, ekonomi, dan ekologi masyarakat pesisir.

Memahami Ekosistem Biru dari Hulu ke Hilir

Direktur Utama Agraris Indonesia, Arif Zulpriansyah Siregar, S.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari memberikan edukasi kepada peserta magang untuk mengetahui dan memahami potensi dan masalah di kawasan ekosistem biru.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian kita terhadap aktivitas insan pertanian, sekaligus memperkuat rasa keterikatan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem ini“, ujarnya.

Rombongan Agraris Indonesia disambut hangat dan antusias oleh pengelola Jambak Sea Turtle Camp, Patih Hariyose. Dalam kunjungan itu, tim diajak menuju salah satu unit kegiatan di lokasi konservasi mangrove.

Tim Agraris Indonesia bersama para peserta magang mengeksplor lahan konservasi mangrove di Jambak Sea Turtle Camp

Yose memberikan waktu seluas-luasnya kepada rombongan untuk melihat, merasakan, dan mengobservasi ekosistem di lingkungan Jambak Sea Turtle Camp, termasuk kawasan mangrove yang menjadi salah satu fokus konservasi di lokasi tersebut.

“Kami menyambut baik kunjungan ini dan memberi ruang seluas-luasnya kepada tim Agraris Indonesia untuk belajar, merasakan, serta mengobservasi langsung ekosistem mangrove dan kawasan konservasi di Jambak Sea Turtle Camp“, tutur yose.

Disiapkan sebagai Tempat Pelatihan

Selain kunjungan lapangan, Agraris Indonesia merencanakan Jambak Sea Turtle Camp akan menjadi salah satu tempat pelatihan bagi masyarakat dan pegiat lingkungan yang ingin belajar tentang konservasi. Rencana ini sejalan dengan misi kegiatan, yakni menjajaki ekonomi biru dan membangun ekosistem yang berkelanjutan bersama para pegiat di kawasan tersebut.

Diskusi bersama Patih Hariyose, pengelola Jambak Sea Turtle Camp

Company Field Mission ini sekaligus menjadi bagian dari pengalaman belajar bagi peserta magang Agraris Indonesia, agar mereka mengenal ekosistem pesisir dan konservasi sebagai bagian dari ekosistem pertanian yang lebih luas.[Mbee]