Agraris.id | 2026 — Senin siang, 21 September 2026, udara di Kantor Agraris Indonesia terasa lain dari biasanya. Bukan hanya deru keyboard dan tumpukan naskah yang mengisi ruang redaksi, melainkan juga sorot mata penuh harap dari wajah-wajah baru yang baru saja melangkah masuk. Mereka datang bukan sekadar untuk mengisi hari, melainkan untuk belajar, berkarya, dan menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar, yakni mengangkat kembali sektor pertanian di tangan generasi muda.

Di hari pertama minggu keempat september, Agraris Indonesia menggelar acara penyambutan dan orientasi bagi peserta magang AIIP Kemitraan MagangHub Angkatan II Batch II Tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemagangan nasional hasil kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) dengan Agraris Indonesia. Berbeda dari AIIP jalur kampus yang selama ini lebih dikenal lewat kerja sama langsung dengan perguruan tinggi, program ini membuka pintu lebih lebar lewat platform MagangHub milik Kemnaker. Lewat jalur ini, Agraris Indonesia menjangkau lebih banyak calon talenta pertanian dari berbagai penjuru negeri, bukan hanya dari kampus-kampus mitra.

Agraris Indonesia Internship Program (AIIP) Lebih dari Sekadar Formalitas

Bagi Agraris Indonesia, program pemagangan tak pernah sekadar urusan administratif. Lewat AIIP—baik jalur kampus maupun jalur kemitraan—perusahaan konsisten menegaskan bahwa magang di lingkungan mereka dirancang sebagai ruang belajar yang bermakna, ruang berkarya yang nyata, dan ruang untuk memberi dampak langsung bagi sektor pertanian. Magang di sini bukan tentang mengisi presensi lalu pulang, melainkan tentang menyalakan ide, mengasah keterampilan, dan merasakan sendiri bagaimana kontribusi kecil bisa menjadi bagian dari perubahan besar.

IKLAN AGRARIS

Sambutan hari itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama Agraris Indonesia, Arif Zulpriansyah Siregar, S.P. Di hadapan para peserta magang baru, Arif tidak hanya menyampaikan kata selamat datang. Beliau berbagi cerita tentang visi dan misi yang sejak awal menghidupkan semangat Agraris Indonesia: membuka peluang dan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda pertanian, serta mendorong mereka untuk berani menaikkan kembali marwah sektor ini di mata anak muda lainnya.

Pesan itu terasa begitu relevan di tengah realitas yang acap kali pahit: banyak lulusan pertanian yang justru enggan berkarier di bidang yang mereka pelajari. Melalui program AIIP, Agraris Indonesia mencoba menawarkan narasi alternatif—bahwa dunia pertanian, jika didekati dengan cara yang tepat, bisa menjadi medan berkarya yang relevan, menantang, dan penuh makna bagi generasi muda. Pertanian bukan lagi profesi yang dipandang sebelah mata, melainkan ruang untuk tumbuh, berinovasi, dan memberi dampak.

Dua Wajah Baru yang Mengukuhkan Langkah

Orientasi hari itu juga menjadi momen bersejarah bagi dua wajah baru yang resmi bergabung dalam ekosistem AIIP Mitra MagangHub Kemnaker. Khoirun Nisa, lulusan S-1 Proteksi Tanaman Universitas Andalas, berperan di Digital Content Production pada layanan Agraris Media yang dirancang untuk membekali kompetensi dalam merancang, memproduksi, mengelola, dan mengevaluasi konten digital secara end-to-end dalam mendukung komunikasi, edukasi, branding, dan pengembangan ekosistem Agraris Indonesia.

Sementara itu, Salsabilla Diva, lulusan S-1 Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan di Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor bergabung sebagai Learning Experience Officer di Agraris Academy, yang dibekali dengan kompetensi dalam merancang, mengelola, mengoordinasikan, dan mengevaluasi program pembelajaran, pelatihan, serta pengembangan kompetensi yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Sesi foto bersama team executive management, technical & operational, serta AIIP Agraris Indonesia

Kehadiran keduanya menandai perluasan struktur pendukung program magang, seiring makin banyaknya peserta yang bergabung lewat jalur kemitraan ini. Mereka bukan sekadar tambahan personel, melainkan bagian dari strategi besar untuk memastikan setiap peserta magang mendapat pendampingan yang tepat, pengalaman yang kaya, dan ruang untuk benar-benar berkembang.

Dengan dimulainya Angkatan II Batch II ini, Agraris Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda pertanian. Tidak hanya lewat kerja sama dengan kampus vokasi, tetapi juga lewat jalur kemitraan nasional yang menjangkau lebih banyak calon talenta pertanian di seluruh Indonesia. Setiap peserta yang bergabung adalah satu langkah lebih dekat menuju cita-cita besar, yaitu pertanian Indonesia yang dikelola oleh tangan-tangan muda penuh semangat, kreativitas, dan rasa cinta pada tanah air.

Di kantor Agraris Indonesia, Senin 21 September 2026 bukan hanya menjadi catatan di kalender. Ia menjadi awal dari sebuah perjalanan—perjalanan para pemuda yang memilih untuk tidak hanya belajar tentang pertanian, tetapi juga hidup di dalamnya, berkarya untuknya, dan suatu hari nanti, mengangkatnya kembali ke panggung utama pembangunan bangsa.[Mbee]