Agraris.id, 2026 — 1 Mei bukan hanya perayaan para pekerja, tapi juga penghormatan bagi tangan-tangan kuat petani, penyuluh, dan pelaku pertanian lainnya yang setiap hari bekerja untuk ketahanan pangan bangsa, karena setiap butir nasi yang kita nikmati adalah hasil dari keringat para pejuang pangan. Dedikasi luar biasa ini bukanlah sekadar narasi tanpa dasar, melainkan sebuah fakta kedaulatan yang nyata di mana data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025 mencatat bahwa sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia dengan mencakup 27,99% dari total penduduk bekerja.

Kekuatan tenaga kerja yang masif ini berbanding lurus dengan sumbangsih ekonomi nasional melalui kontribusi PDB sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai 12,61%, sebuah fondasi vital yang menjaga stabilitas negara di tengah ketidakpastian global. Meskipun tantangan besar masih membayangi, sebagaimana terlihat dalam Global Food Security Index (GFSI) yang menempatkan ketahanan pangan Indonesia di posisi 63 hingga ke-69 dari 113 negara, optimisme tetap harus kita jaga melalui penguatan kesejahteraan para petani di lapangan. Harapan tersebut kian nyata dengan melihat tren positif pada Nilai Tukar Petani (NTP) September 2025 yang menyentuh angka 124,36 atau mengalami kenaikan sebesar 0,63 persen.

Angka-angka ini adalah saksi bisu bahwa di pundak para buruh tani inilah keberlanjutan hidup seluruh rakyat Indonesia dipertaruhkan, sehingga memuliakan mereka pada hari ini adalah langkah mutlak untuk memastikan Bumi Pertiwi tetap tegak dan berdaulat secara pangan di masa depan. Sekali lagi… SELAMAT MAY DAY INDONESIAKU!! [Mbee]