Agraris.id, 2026 — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2026, Kementerian Pertanian (Kementan) RI memastikan bahwa seluruh sapi ternak nasional yang disiapkan untuk kurban berada dalam kondisi sehat, terawat, dan siap didistribusikan. Langkah proaktif ini diambil melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan yang ketat di berbagai sentra peternakan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat. Pemerintah menekankan bahwa standar kesehatan hewan menjadi prioritas utama agar daging kurban yang dikonsumsi masyarakat nantinya memenuhi kriteria aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, beberapa kali di kesempatan menekankan bahwa penguatan pada aspek pengawasan kesehatan ternak adalah kunci dalam menjaga kedaulatan pangan nasional, terutama di tengah tingginya pergerakan hewan menjelang Iduladha.

Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga kualitas dan jaminan keamanan produk pangan yang dihasilkan. SDM pertanian dan peternakan harus profesional, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” ujar Mentan Amran.

Dalam upayanya menjamin kualitas ternak, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, juga mengatakan bahwa pemeriksaan tidak hanya mencakup kondisi fisik, tetapi juga status vaksinasi setiap hewan.

IKLAN AGRARIS

Kami memastikan bahwa setiap ekor sapi yang dipasarkan telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat dan wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi peternak sekaligus konsumen dari potensi penyakit menular,” katanya saat menghadiri kontes sapi nasional di Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026).

Selain aspek kesehatan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada ketersediaan stok nasional yang diprediksi akan mengalami lonjakan permintaan. Ia menyampaikan, pemerintah tidak akan melakukan impor secara berlebihan. Seluruh kebijakan dilakukan berdasarkan perhitungan yang matang agar keseimbangan antara pasokan dan perlindungan peternak tetap terjaga.

Tidak mungkin impor daging ugal-ugalan. Semua dikontrol agar tidak merugikan peternak lokal,” katanya.

Sebagai langkah strategis guna menjamin kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha, pemerintah daerah telah menginisiasi program “healing” yang menyediakan layanan kesehatan keliling bagi ternak.

Program ini memfasilitasi pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan vaksinasi oleh tenaga medis veteriner tanpa dipungut biaya, sehingga para peternak dapat memastikan sapi-sapi mereka dalam keadaan sehat dan memenuhi standar untuk kebutuhan kurban masyarakat.[Mbee]

Referensi dan Bacaan Lanjutan:

https://bpmsph.ditjenpkh.pertanian.go.id/berita/jelang-iduladha-kementan-perketat-pengawasan-kesehatan-hewan-dan-keamanan-daging-kurban

https://www.suara.com/bisnis/2026/04/25/203818/kementan-pastikan-stok-daging-sapi-aman-jelang-idul-adha-2026