Agraris.id | 2026 — Deretan pohon cemara yang tumbuh di pembatas jalan Jl. Dr. Moh. Hatta, Kota Padang, mendapat tanggapan positif dari masyarakat setempat. Jalan yang menghubungkan Jalan Bypass dengan kawasan Kampus Universitas Andalas (UNAND) tersebut dikenal memiliki pembatas jalan yang ditanami berbagai jenis vegetasi.

Berdasarkan pengamatan di area tersebut terdapat pohon cemara, pohon pinang, tanaman hias, serta tanaman lainnya yang sebagian turut dirawat dan ditanam oleh warga sekitar. Keberadaan tanaman-tanaman tersebut dinilai mampu memperindah lingkungan sekaligus menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi pengguna jalan.

Oma Linda, salah seorang warga setempat menyebutkan bahwa pohon cemara tersebut telah ada sejak awal pembangunan jalan di kawasan tersebut. Menurutnya, tujuan utama penanaman  pohon adalah untuk mempercantik area pembatas jalan agar terlihat lebih asri dan menarik.

“Sebetulnya itu untuk memperindah di tepi-tepi jalan. Pohon ini sudah ada sejak jalanannya mulai dibangun. Kalau sore, suasananya cantik. Enggak mengganggu orang jalan atau pengendara motor,” ujar Oma Linda.

IKLAN AGRARIS

Selain memberikan nilai estetika, keberadaan tanaman di sepanjang pembatas jalan juga didukung oleh perawatan yang dilakukan secara rutin.

“Setiap sore, area sekitar tanaman dibersihkan dan disiram menggunakan mobil tangki air sehingga kondisi tanaman tetap terawat dan lingkungan terlihat bersih,” tambahnya.

Pemerintah juga memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk ikut berpartisipasi dalam mempercantik kawasan tersebut dengan menanam berbagai jenis tanaman di sekitar pembatas jalan.

“Beberapa warga di sini turut juga memanfaatkan area itu untuk menanam tanaman bumbu seperti serai, sementara yang lain ada juga yang menanam aneka bunga hias, saya pun salah satu yang menanam bunga di pembatas jalan tersebut,” pungkasnya.

Kini, Jl. Dr. Moh. Hatta tidak lagi sekadar jalur penghubung antara Jalan Bypass dan Kampus UNAND. Berkat kolaborasi pemerintah dan masyarakat, kawasan ini telah bertransformasi menjadi koridor hijau yang asri. Kehadiran vegetasi di sepanjang jalan tidak hanya mempercantik estetika kota, tetapi juga menghadirkan kesegaran bagi ribuan mahasiswa dan masyarakat yang melintasinya setiap hari.[zan]