Agraris.id | 2026 — Proses penyangraian (roasting) kopi yang umumnya berlangsung di ruang tertutup, di Nana Coffee and Roastery justru dapat disaksikan langsung oleh pengunjung melalui dinding kaca. Keterbukaan inilah yang menjadi pembeda tempat roasting di Jalan Dr. Moh. Hatta No. 37, Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, tersebut dibanding tempat roasting lain.

Pengunjung tidak perlu masuk ke area kerja. Dari luar mesin, mereka dapat melihat perubahan biji kopi selama pemanasan sambil menunggu proses selesai.

Fajar Shajid Hadirkan Proses Roasting yang Bisa Disaksikan Langsung

Pemilik Nana Coffee and Roastery, Fajar Shajid, mengatakan konsep terbuka ini sengaja dipilih untuk memberi pengalaman berbeda kepada pengunjung. Ia membandingkannya dengan tempat roasting pada umumnya.

“Di Padang belum ada yang bikin jasa roasting per batch, biasanya per kilo. Biasanya, orang roasting itu nggak ada yang seperti ini. Pasti di ruangan tertutup, ber-AC kan, dan ada tumpukan karung-karung. Kalau Abang ni kasih experience lain, bisa lihat langsung,” ujar Fajar.

IKLAN AGRARIS

Selain prosesnya yang terbuka, Fajar menyebut layanan roasting per batch sebagai pembeda lain. Menurutnya, layanan serupa belum ada di Padang, karena tempat roasting lain biasanya menghitung per kilogram. Mesin roasting yang digunakan berbahan bakar gas dengan nyala api dari burner, berkapasitas tiga kilogram biji kopi sekali sangrai.

Sebelum disangrai, biji kopi mentah (green bean) memiliki kadar air sekitar 12-13 persen. Selama pemanasan, warna biji berubah dan bobotnya menyusut sekitar 20 persen, terutama karena kadar air berkurang. Dengan penyusutan itu, tiga kilogram biji mentah menjadi kira-kira 2,4 kilogram setelah disangrai. Satu kali proses berlangsung sekitar 10 menit, tergantung profil sangrai yang dipilih.

Nana Coffee and Roastery menyediakan lima tingkat sangrai: Light, Light to Medium, Medium, Medium to Dark, dan Dark. Untuk kopi susu, Fajar merekomendasikan Robusta dengan tingkat Medium to Dark. Biji tersebut juga bisa dicampur Arabika agar rasanya lebih seimbang.

Salah satu bisnis yang dikembangkan Fajar Shajid di Nana Coffee and Roastery.

Setelah disangrai, biji kopi tidak langsung digunakan. Biji perlu diistirahatkan (resting) sekitar tiga hari agar gas yang terbentuk selama roasting keluar. Waktu istirahat ini juga membantu perkembangan karakter rasa kopi.

Melalui dinding kaca itu, pengunjung dapat melihat mesin bekerja dan mengetahui bahwa pengolahan kopi tidak berhenti ketika mesin sangrai dimatikan.

Penulis: Melisa Rahma Putri | Editor: Khairul Fadli Rambe