Asahan, 2026 — Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terbukti menjadi angin segar yang sangat membantu para petani lokal di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Melalui program ini, para petani tidak lagi perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk membiayai rehabilitasi lahan sawit mereka yang telah memasuki usia tua atau tidak produktif.

Program yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo sejak enam tahun lalu ini bertujuan untuk memberikan bantuan pendanaan bagi kebun sawit rakyat yang hendak dilakukan penanaman ulang (replanting). Salah satu wilayah yang merasakan dampaknya adalah Desa Sionggang, di mana terdapat kuota sekitar 50 hektar lahan yang disertakan dalam program ini.

Saya sangat berterima kasih kepada program yang dijalankan oleh pemerintah Bapak Jokowi ini. Program PSR sangat membantu karena lahan sawit saya memang sudah berumur, dan dengan adanya bantuan ini saya tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk melakukan planting ulang,” ujar Bapak Kasim Rambe, salah satu petani lokal di Kabupaten Asahan.

Keberhasilan program ini terlihat nyata pada lahan milik Ahmad Kasim Rambe seluas 3 hektar yang ikut serta dalam program peremajaan tersebut. Saat ini, tanaman kelapa sawit miliknya telah memasuki usia empat tahun, masa di mana tanaman mulai memberikan hasil produksi yang stabil bagi petani.

IKLAN AGRARIS

Hasil panen yang didapatkan pun tergolong memuaskan dan mampu mendongkrak ekonomi keluarga secara signifikan. Dari lahan yang telah diremajakan tersebut, Ahmad kini sudah bisa menikmati hasil keringatnya dengan angka produksi yang terus meningkat.

Saat ini usia sawit saya sudah masuk 4 tahun. Alhamdulillah, setiap kali panen hasilnya bisa mencapai sekitar 1,5 ton lebih. Ini sangat terasa sekali manfaatnya bagi kami,” pungkas Bapak Kasim.

Melalui kemudahan biaya dan pendampingan dalam program PSR, para petani di Asahan berharap keberlanjutan program ini terus terjaga demi memastikan kesejahteraan petani sawit mandiri di masa depan.[Mbee]