Agraris.id | 2026  Puluhan pelajar dan mahasiswa terbaik asal Kabupaten Pesisir Selatan mengikuti Latihan Manajemen Organisasi Pemuda (LMOP) Angkatan 1 yang digelar di Mifan Resort, Padang Panjang, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Optimasi Peran Pemuda dalam Pencegahan Bullying, Penyalahgunaan Narkoba, dan Anti LGBT” ini diselenggarakan atas kolaborasi Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat dengan anggota DPRD Sumatera Barat, Sri Kumala Dewi.

Ketua Umum Pengurus Nasional Pemimpin Muda Pertanian Indonesia (PMPI), Arif Zulpriansyah, Srg, S.P. yang sekaligus CEO Agraris Indonesia memberikan kontribusi penting dalam agenda ini dengan membawa materi bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045“.

Dalam paparannya, Arif Zulpriansyah atau yang akrab disapa dengan Aseng Siregar, memperkenalkan sebuah kerangka berpikir yang ia sebut Model ORI (Orkestrator Regenerasi Indonesia). Model ini menggambarkan proses pengembangan diri pemuda secara bertahap, mulai dari penguatan modal personal (waktu, pengetahuan, dan uang), modal karakter (kepercayaan, nilai, dan warisan/legacy), hingga modal kekuatan (sosial, ekonomi, dan politik).

IKLAN AGRARIS

Ketiga modal tersebut, menurutnya, bermuara pada penguatan kompetensi dan pertumbuhan yang konsisten, sebelum akhirnya membentuk reputasi, positioning, dan kebermanfaatan bagi orang lain. Seluruh proses ini, ia tegaskan, harus berjalan di atas landasan integrity oriented dan berorientasi pada kemandirian ekonomi (money oriented), sebagai jembatan dari fase Focus Yourself menuju fase Journey Your Self.

Kepada seluruh peserta, Aseng Siregar menyampaikan pesan yang menjadi kata kunci sekaligus benang merah dari seluruh materinya. Ia menegaskan bahwa pengalaman pribadinyalah yang menjadi dasar dari setiap materi yang disampaikan, bukan sekadar teori motivasi belaka.

Saya bukan seorang motivator, saya hanya pelaku sekaligus korban dari diri saya sendiri,” tegas Aseng Siregar di hadapan peserta LMOP.

Pernyataan tersebut disampaikannya untuk menekankan bahwa Model ORI yang ia kenalkan bukan konsep yang berjarak dari kenyataan, melainkan lahir dari proses jatuh-bangun yang ia alami sendiri dalam membangun karier dan organisasi.

Materi yang disampaikan Aseng Siregar menjadi salah satu bekal penting bagi peserta LMOP dalam menghadapi tantangan pemuda saat ini, mulai dari isu perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga penyimpangan sosial lain yang menjadi tema besar kegiatan ini. Melalui pendekatan manajemen organisasi dan penguatan karakter, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing sekaligus mempersiapkan diri menyambut visi Indonesia Emas 2045.

Dipenghujung kegiatan, Aseng Siregar menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara, Ibu Sri Kumala Dewi dan Dispora Sumbar yang telah memberikan anak-anak muda Pesisir Selatan hak-nya untuk berkembang melalui pelatihan ini, beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini benar-benar tepat sasaran terlebih dengan peserta-peserta yang sangat luar biasa. Dan beliau berharap kelak alumni pelatihan ini dapat menjadi orchestrator di kampung halamannya serta menjadi motor penggerak untuk kemajuan Pesisir Selatan.

Kegiatan LMOP ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan DPRD Sumbar dan Dispora Sumbar dalam mencetak kader-kader pemuda yang berintegritas, tangguh, dan siap berkontribusi bagi daerah maupun bangsa.[Mbee]