Agraris.id | 2026 — Banyak peternak masih menganggap urusan reproduksi ternak sebagai perkara kawinkan saja, nanti jadi. Anggapan itu yang coba diluruskan dalam Webinar Nasional Gratis bertema “Manajemen Reproduksi & Breeding Ternak” yang digelar oleh CV. Angkasa Media Literasi secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan berskala nasional ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang yang beragam, mulai dari pegawai instansi pemerintah, dinas peternakan dan pertanian, akademisi, penyuluh, hingga pelaku usaha peternakan.

Webinar yang berlangsung pukul 08.20–10.00 WIB ini menghadirkan Mhd. Taufiq Hadi Wijaya, S.Pt., M.Pt., dosen Program Studi Peternakan Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan, sebagai pemateri utama. Sesi dipandu oleh Aliya Rabella, S.H. selaku host.

Taufiq membuka pemaparannya dengan satu premis sederhana: keberhasilan usaha peternakan bukan soal keberuntungan genetik, melainkan hasil dari manajemen reproduksi yang terencana. Ia menjabarkan konsep dasar reproduksi ternak, faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya, hingga teknik deteksi birahi dan penentuan waktu kawin yang optimal.

IKLAN AGRARIS

Sesi penyampaian materi oleh Mhd. Taufiq Hadi Wijaya, S.Pt., M.Pt.

Materi berlanjut ke soal yang jarang dibahas tuntas di level peternakan rakyat: manajemen kebuntingan, penanganan kelahiran, pencatatan reproduksi, sampai strategi efisiensi reproduksi lintas jenis ternak.

Bagian yang paling menarik perhatian peserta datang saat Taufiq masuk ke pembahasan breeding. Menurutnya, ternak unggul tidak lahir dari kebetulan, tapi dari proses seleksi pejantan dan induk yang ketat. Ia memaparkan penerapan inseminasi buatan, teknologi reproduksi modern, evaluasi performa reproduksi, hingga recording ternak sebagai instrumen untuk mendongkrak mutu genetik secara berkelanjutan.

Sesi diskusi berjalan interaktif. Pertanyaan peserta merentang dari soal teknis lapangan—kendala reproduksi di kandang rakyat, cara memilih bibit unggul, strategi menaikkan angka kebuntingan—sampai soal penerapan program breeding di usaha skala kecil maupun komersial. Semua pertanyaan itu dijawab Taufiq dengan merujuk pada riset terbaru dan praktik terbaik di bidang peternakan.

Di sesi diskusi cukup berlangsung secara interaktif, banyak peserta yang ikut berpastisipasi lewat pertanyan-pertanyaan terkait materi yang teah disampaikan.

Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian program CV. Angkasa Media Literasi untuk mendukung peningkatan kualitas SDM Indonesia lewat seminar dan webinar ilmiah gratis. Panitia kegiatan menyampaikan berbagai manfaat yang diperoleh peserta, yaitu memperoleh E-Sertifikat, materi webinar, rekaman Zoom beserta dokumentasi kegiatan, diskon 10% paket penerbitan buku dari CV. Angkasa Media Literasi, serta hadiah pulsa gratis bagi peserta yang aktif selama sesi diskusi.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta mampu meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kompetensi mengenai manajemen reproduksi dan breeding ternak sehingga dapat diterapkan dalam kegiatan pendidikan, penelitian, penyuluhan, maupun praktik usaha peternakan. Webinar ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan peternakan Indonesia yang modern, produktif, efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing.

CV. Angkasa Media Literasi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada narasumber, host, seluruh peserta, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Webinar Nasional ini. Diharapkan kegiatan ilmiah serupa dapat terus diselenggarakan sebagai sarana berbagi ilmu pengetahuan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan penguatan jejaring kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan peternakan.[Mbee]