Agraris.id | 2026 — Peserta Magang Agraris Indonesia Internship Program (AIIP) Batch II melakukan kunjungan lapangan ke Ekowisata Sungkai Green Park (ESGP) di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan memperkenalkan konsep pertanian terpadu dan pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan.

Perjalanan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan rombongan tiba di lokasi sekitar 30 menit kemudian. Selama berada di kawasan ekowisata, peserta mengamati berbagai potensi yang dimiliki Sungkai Green Park, mulai dari beragam jenis tanaman, hewan ternak, hingga produk olahan yang dihasilkan dari kawasan tersebut.

Salah satu daya tarik di kawasan tersebut adalah tanaman sungkai yang dimanfaatkan pengelola menjadi teh herbal. Produk olahan tersebut menjadi nilai tambah sekaligus ciri khas Ekowisata Sungkai Green Park.

Diko Okta Siswandra, mahasiswa Agroteknologi Universitas Andalas, mengatakan bahwa kunjungan ini membuka matanya akan pentingnya praktik pertanian terpadu secara langsung.

IKLAN AGRARIS

Kalau saya lihat secara pribadi, ini sejalan dengan konsep sistem pertanian terpadu — di mana ikan, hewan ternak, dan tanaman saling terhubung membentuk satu ekosistem yang utuh,” ujar Diko.

Peserta juga mengamati praktik budidaya yang meminimalkan penggunaan bahan kimia. Pengelola memanfaatkan susu organik serta sumber daya alam yang tersedia dalam pengelolaan kawasan tersebut.

Bapak itu menggunakan susu organik dan benar-benar memanfaatkan alam sebagai sumbernya,” kata Diko.

Ia pun berharap ekosistem seperti ini tidak berhenti di Sungkai saja.

Semoga ke depannya lebih banyak ekosistem seperti ini, baik di Kota Padang maupun di Sumatera Barat secara keseluruhan,” harapnya.

Kunjungan lapangan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami secara langsung penerapan sistem pertanian terpadu dan pengelolaan ekowisata berbasis lingkungan. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pertanian berkelanjutan, kegiatan seperti ini menjadi pengalaman belajar yang memperlihatkan bagaimana potensi alam dapat dikelola secara produktif sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan. [SC]