Agraris.id | 2026 — Antusiasme peserta dari kalangan mahasiswa, santri, masyarakat umum, hingga karyawan memenuhi Kantor Agraris Indonesia pada Jumat (6/11/2026) dalam hari pertama Pelatihan Desain Grafis Berbasis Industri Pertanian yang diselenggarakan Agraris Academy.

Kehadiran mereka menandai langkah awal untuk memahami desain grafis bukan sekadar keterampilan visual, melainkan kemampuan menyampaikan pesan yang relevan dengan kebutuhan industri. Kegiatan tersebut kemudian diawali dengan pembukaan oleh Adinda Ridhollahu Anha selaku MC, yang memaparkan alur pelatihan pada hari pertama.

Pembukaan yang di pandu oleh Adinda Ridhollahu Anha selaku MC.

Muhammad Addienul Syifa, Public Relations Agraris Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan hari ini. Ia menilai kehadiran 25 peserta dari berbagai latar belakang menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengembangan keterampilan desain grafis.

“Terima kasih atas antusiasme rekan-rekan yang hadir hari ini. Pelatihan ini adalah bagian dari Agraris Indonesia untuk memberi peluang kepada peserta memahami kebutuhan di dunia industri, sekaligus menjadi langkah bagi rekan-rekan untuk merasakan dan melihat bagaimana pekerjaan profesional itu di lapangan,” ujar Addinul.

Ia menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang bukan hanya sebagai ruang belajar teori, tetapi juga sebagai pengalaman yang menghubungkan peserta dengan praktik nyata di dunia kerja. Menurutnya, pemahaman terhadap kebutuhan industri menjadi bekal penting bagi peserta dalam menghasilkan karya desain yang relevan dan bermakna.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, rekan-rekan tidak hanya memahami konsep desain, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana keterampilan tersebut diterapkan dalam pekerjaan profesional. Semoga pelatihan ini menjadi awal yang baik bagi rekan-rekan untuk terus berkembang,” tambahnya.

Kata sambutan oleh Muhammad Addienul Syifa selaku Public Relations Agraris Indonesia

Dalam sesi penyampaian materi, Aqmal Marzuki, Creative Designer Agraris Indonesia, memaparkan Modul 1 tentang fondasi visual. Ia menekankan bahwa sebuah karya desain tidak dapat berdiri hanya karena tampak menarik, tetapi harus dibangun di atas pemahaman yang tepat.

“Ada tiga poin penting seorang desainer yang harus diperhatikan dalam membuat karyanya, yakni elemen desain, prinsip desain, dan Gestalt. Jika tidak ditopang oleh poin tersebut, karya yang dibuat tidak akan mempunyai makna. Itu bukan salah mata seseorang yang melihatnya, tetapi itu tanda desainnya belum menolong audiens,” ujar Aqmal dalam sesi penyampaian materi.

Sesi penyampaian materi oleh Aqmal Marzuki selaku Creative Designer Agraris Indonesia.

Menurutnya, desain bukan hanya soal estetika, melainkan cara menyampaikan pesan kepada audiens. Ia menjelaskan bahwa elemen, prinsip, dan Gestalt harus bekerja bersama agar sebuah karya memiliki arah dan makna.

“Desain adalah cara menyampaikan pesan. Elemen adalah bahan, prinsip adalah resep, dan resep merapikannya dengan Gestalt,” ungkapnya.

Aqmal juga menekankan pentingnya desainer memahami konteks sebelum mulai berkarya. Menurutnya, pemahaman terhadap audiens dan kebutuhan industri akan membantu peserta menghasilkan karya yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermanfaat.

“Desainer tidak hanya membuat sesuatu terlihat bagus, tetapi harus memahami siapa audiensnya, apa pesan yang ingin disampaikan, dan bagaimana karya itu dapat menolong mereka memahami informasi,” tegasnya.

Setelah sesi penyampaian materi, peserta melanjutkan kegiatan dengan kunjungan ke Nana Coffee & Roastery. Kunjungan ini bertujuan agar peserta dapat mengamati langsung potensi industri kopi sebagai bahan eksplorasi dalam tugas pembuatan desain grafis.

agraris
Kunjungan ke Nana Coffee & Roastery.

Melalui pengamatan langsung di lapangan, peserta diharapkan mampu mengubah pemahaman konsep desain menjadi ide karya yang kontekstual dan memiliki nilai komunikasi. Kondisi nyata di Nana Coffee & Roastery juga menjadi bahan observasi bagi peserta untuk memahami identitas, suasana, serta kebutuhan visual dalam salah satu usaha industri pertanian.

Hari pertama pelatihan ini menjadi fondasi bagi peserta sebelum melanjutkan kegiatan pada hari berikutnya. Agraris Academy berharap pelatihan ini tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi dapat mendorong peserta menghasilkan portofolio yang siap digunakan di dunia kerja.

Dengan pendekatan berbasis pengalaman dan keterhubungan dengan industri, kegiatan ini diharapkan turut memperkuat kesiapan generasi muda berkontribusi di sektor pertanian dan kopi Indonesia.[Mbee]

Peserta yang mengikuti pelatihan ini antara lain:

Universitas Adzkia
Adinda Dwi Amalia
Nuraisyah Nst
Padia Mupredi
Abdurrauf Husnul Fikri
Habiburrahman
Farel Hamdani
Ar Ridho Ghani
Fajar Akbar Abrasif

Universitas Andalas
Wianda Alya Pandini
Rara Dava Anvasa
Shadiqa Sulthan
Zazkia Nurul Azmi
Aulya Adriatica
Bayu Anugrah Firdaus
Nurul Nabila
M Farhan

Universitas Ekasakti
Zalwa Dinda
Niko Lindra Saputra
Septiriani Avrillia
Ivandi Setiawan Gulo

Pondok Pesantren Madinatul ilmi Nurul Ikhlas
Bagas Mulya Perdana
Abdul Aziz Maulana
Agung Hariadi
Adek Aliyus Firmansyah

Masyarakat Umum
Syalby Jamila Rahmi

Karyawan
Aisyah Fadhilla
Cindi Yulia Mukhda