Agraris.id | 2026 — Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap tomat sebagai bahan pangan sehari-hari, budidaya tomat menjadi salah satu sektor pertanian yang terus berkembang. Permintaan tomat yang tinggi untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri pangan mendorong petani untuk menerapkan teknik budidaya yang lebih efektif guna menghasilkan buah berkualitas dan berdaya saing.

Praktisi pertanian sekaligus alumni Agroteknologi Universitas Andalas, Imam Hanif Al Fikri, menjelaskan bahwa tomat termasuk tanaman yang memerlukan perhatian khusus selama masa pertumbuhannya. Menurutnya, keberhasilan budidaya tomat tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih, tetapi juga oleh ketepatan perawatan sejak tahap pengolahan lahan hingga panen.

Tomat ini termasuk tanaman yang lumayan manja, karena dia bisa dibilang sangat rentan terhadap penyakit buahnya,” cetusnya sembari senyum.

Salah satu teknik yang diterapkan dalam budidaya tomat adalah pruning atau pemangkasan daun bagian bawah tanaman. Teknik ini bertujuan mengarahkan hasil fotosintesis agar lebih fokus pada pembentukan dan perkembangan buah.

IKLAN AGRARIS

Dalam budidaya tomat, kami menerapkan teknik pruning atau pemangkasan daun bagian bawah. Tujuannya supaya hasil fotosintesis tanaman bisa lebih fokus untuk pembentukan dan perkembangan buah,” tutur informan tersebut.

Selain itu, kami juga memasang pancang bambu sejak tanaman berumur kurang dari tiga minggu. Ini penting untuk menopang batang yang masih lunak agar tetap berdiri tegak dan tidak mudah roboh,” tambahnya.

Dari sisi kesuburan tanah, penggunaan pupuk kandang yang dipadukan dengan dolomit menjadi langkah penting sebelum penanaman. Dolomit berfungsi menetralkan tingkat keasaman tanah sehingga unsur hara lebih mudah diserap tanaman. Sementara itu, pupuk NPK diberikan sebagai sumber nutrisi utama untuk mendukung pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman.

Kuncinya ada di persiapan tanah sebelum tanam. Kami biasanya memadukan pupuk kandang dengan dolomit. Dolomit ini penting sekali untuk menetralkan asam di tanah, jadi tanaman lebih gampang menyerap makanan (unsur hara). Nah, kalau untuk nutrisi utamanya, saya pakai pupuk NPK supaya pertumbuhan daun, batang, sampai buahnya nanti bisa maksimal.” terangnya.

Sejalan dengan tren pertanian saat ini, banyak petani mulai menerapkan teknik budidaya yang lebih efisien, seperti penggunaan varietas unggul dan pemupukan yang lebih terukur untuk menjaga produktivitas di tengah kondisi cuaca yang semakin tidak menentu. Menurut Hanif, tomat yang siap dipanen tidak ditentukan oleh ukurannya, melainkan oleh perubahan warna buah. Untuk pengiriman jarak jauh, tomat biasanya dipanen saat masih berwarna hijau kekuningan agar tidak cepat busuk selama perjalanan.

“Biasanya untuk tomat, paling banyak itu kita bisa ambil panennya sekitar empat kali. Sebenarnya memang tergantung bagaimana kita merawatnya lagi,” tutupnya. [SC]