Agraris.id | 2026 — Pemimpin Muda Pertanian Indonesia (PMPI) mengambil peran aktif dalam rangkaian Padma Ksatria ke-XV Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) yang untuk pertama kalinya digelar di Tanah Sumatra.

Ketua Umum PMPI, Arif Zulpriansyah Siregar, S.P., hadir sejak pembukaan di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat pada Senin (15/6/2026), dan tampil sebagai narasumber pada hari kedua, Selasa (16/6/2026), di Aula Kampus 1 Universitas Eka Sakti, Padang.

Dalam sesinya, Arif Zulpriansyah Siregar, S.P., sering dipanggil juga dengan sebutan Aseng Siregar membawakan materi bertajuk “Agribusiness Mindset: Membangun Bisnis Pertanian dari Hulu ke Hilir“. Materi ini menyoroti kesenjangan persepsi generasi muda terhadap sektor agraris, sekaligus membedah konsep dasar agribisnis, strategi pengelolaan usaha modern-inovatif, wawasan pemasaran, hingga strategi branding produk untuk mendorong peserta merancang ide bisnis yang aplikatif dan berkelanjutan.

Aseng Siregar menegaskan bahwa akar persoalan minimnya regenerasi sektor agraria bukan terletak pada keterbatasan peluang, melainkan pada cara pandang generasi muda.

IKLAN AGRARIS

Peluang di sektor pertanian itu nyata dan sangat luas—mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran. Tantangan terbesarnya ada pada mindset. Generasi Z sering kali tidak melihat pertanian sebagai pilihan karier yang menjanjikan, padahal justru di sinilah ruang inovasi terbuka lebar,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar memahami aspek teknis budidaya, tetapi juga mengasah kemampuan membaca pasar dan merancang solusi bisnis secara mandiri.

Kami ingin para peserta tidak hanya memahami rantai agribisnis di atas kertas, tetapi mampu mengidentifikasi peluang, merancang konsep bisnis, serta memiliki mindset entrepreneur yang kreatif dan adaptif. Pertanian modern sangat membutuhkan karakteristik generasi seperti itu,” tambah Aseng Siregar.

Sementara itu, Ketua Himagri Universitas Eka Sakti Padang selaku penyelenggara kegiatan di Wilayah sSatu, Yolanda Argumantara, menyebut kehadiran PMPI memberikan nilai tambah konkret dan suntikan motivasi bagi seluruh peserta.

Mahasiswa agribisnis, khususnya anggota Himagri, mendapatkan cakupan perspektif yang jauh lebih luas. Kehadiran PMPI membuka cakrawala baru bagi kami untuk terus berinovasi dan berani mengambil peluang nyata di sektor pertanian ke depan,” ungkap Yolanda.

Sebagai informasi, Padma Ksatria XV POPMASEPI ini diselenggarakan atas kolaborasi antara Himagri Universitas Eka Sakti Padang dengan pengurus pusat POPMASEPI. Agenda ini menandai momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya forum nasional lingkup Wilayah 1 tersebut berhasil dihelat di bumi Sumatra.[Mbee]