Agraris.id, 2026 Sektor pertanian Indonesia kembali menunjukkan taringnya di panggung global. Di bawah komando Kementerian Pertanian yang tengah gencar mendorong kemandirian pangan, industri peternakan nasional berhasil mencatatkan rekor impresif. Pada April 2026, nilai ekspor produk unggas Indonesia dilaporkan melesat tajam hingga menembus angka Rp18,2 miliar, sebuah pencapaian yang mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok pangan strategis di pasar internasional.

Pencapaian ekspor senilai Rp18,2 miliar ini adalah bukti nyata bahwa sektor pertanian kita sedang dalam performa terbaiknya. Kita tidak hanya bicara soal swasembada untuk perut rakyat sendiri, tapi kita sedang bergerak menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Amran, Selasa, 21 April 2026.

Keberhasilan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Berdasarkan data terbaru, Indonesia telah berhasil melepas sedikitnya 545 ton produk unggas ke mancanegara. Ekspansi pasar pun semakin meluas, di mana produk ayam dan telur dalam negeri kini telah rutin mengisi rak-rak komoditas di lebih dari 10 negara, mulai dari Singapura, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Timor Leste. Hal ini membuktikan bahwa kualitas standar keamanan pangan (food safety) dan penjaminan kesehatan hewan di Indonesia telah memenuhi kualifikasi ketat pasar global.

Sekarang ada 10 tujuan negara langganan ekspor kita,” katanya.

IKLAN AGRARIS

Strategi pemerintah dalam memacu produksi di hulu serta mempermudah akses hilirisasi dinilai menjadi kunci utama, di mana Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menegaskan bahwa keberhasilan ekspor ini tidak terlepas dari penguatan sistem kesehatan hewan, jaminan keamanan pangan, dan pengawasan berbasis standar internasional.

Setiap produk yang diekspor telah melalui proses sertifikasi veteriner dan pengawasan ketat sesuai persyaratan negara tujuan. Kami memastikan aspek traceability, biosekuriti, dan keamanan pangan terpenuhi agar ekspor berkelanjutan,” ujar Agung.

Melalui program akselerasi ekspor, pemerintah memberikan karpet merah bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, sebuah langkah yang sejalan dengan ambisi besar Indonesia yang kini tengah galak-galaknya mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus mendominasi pasar regional.

Peningkatan ekspor unggas ini juga membawa dampak positif bagi para peternak lokal. Dengan terbukanya keran ekspor yang semakin lebar, stabilitas harga di tingkat peternak lebih terjaga dan ekosistem bisnis peternakan menjadi lebih kompetitif. Jika tren positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin sektor peternakan akan menjadi penyumbang devisa negara yang paling stabil di masa depan, sekaligus memperkokoh kedaulatan pangan Indonesia di mata dunia.[Mbee]

Referensi dan Bacaan Lanjutan:

https://dailykaltim.co/ekspor-ayam-dan-telur-ri-meningkat-tembus-10-negara/

https://www.owrite.id/ekbis/2026/04/20/ri-ekspor-545-ton-produk-unggas-nilainya-capai-rp182-miliar/