Agraris.id | 2026 — Lahan pertanian milik Fakultas Pertanian Universitas Andalas terus dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran praktik bagi mahasiswa. Salah satu kegiatan yang secara rutin dilakukan adalah rotasi tanaman, yaitu pergantian jenis tanaman yang dibudidayakan pada lahan tertentu dalam periode waktu yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini telah berlangsung sejak awal pemanfaatan lahan pertanian dan hingga saat ini masih terus diterapkan sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. Lahan yang berada di kawasan Universitas Andalas, Kota Padang, dengan karakteristik lahan basah, menjadi media pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam kegiatan budidaya tanaman.

Rotasi tanaman dilakukan secara berkala, umumnya setiap empat bulan sekali atau menyesuaikan dengan masa pembelajaran selama satu semester. Pergantian tanaman dilakukan agar mahasiswa dapat mempelajari berbagai jenis komoditas pertanian sesuai dengan materi perkuliahan yang sedang berlangsung pada semester tersebut.

Imam Hanif Al Fikri, salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas, menjelaskan bahwa rotasi tanaman dilakukan secara berkala untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus menjaga kondisi lahan agar tetap produktif.

IKLAN AGRARIS

Rotasi tanaman biasanya dilakukan setiap satu semester atau sekitar empat bulan sekali. Pergantian tanaman ini menyesuaikan dengan komoditas yang akan dipelajari mahasiswa pada semester tersebut. Selain memberikan pengalaman praktik yang lebih beragam, rotasi tanaman juga membantu menjaga keseimbangan unsur hara tanah sehingga lahan tetap dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pembelajaran berikutnya,” ujar Hanif.

Selain mendukung kegiatan akademik, rotasi tanaman juga memiliki manfaat penting bagi kondisi lahan. Pergantian jenis tanaman membantu menjaga keseimbangan unsur hara di dalam tanah yang dapat berkurang akibat penanaman satu jenis tanaman secara terus-menerus.

Jadi jangan heran, jika jenis tanaman bulan lalu berbeda dengan bulan yang akan datang. Hal itu bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan sirkulasi udara di dalam tanah, serta menyesuaikan kondisi lahan dengan kebutuhan tanaman yang akan dibudidayakan pada periode selanjutnya,” tambahnya.

Melalui penerapan rotasi tanaman, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik budidaya berbagai komoditas, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran praktis yang mendukung pemahaman mahasiswa terhadap hubungan antara budidaya tanaman, kesuburan tanah, dan produktivitas pertanian. [PTR]