Agraris.id | 2026 — Program penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 52 UIN Imam Bonjol Padang di Jorong Sianok, Nagari Sianok VI Suku, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menunjukkan perkembangan positif setelah lebih dari tiga pekan berjalan.

Berdasarkan peninjauan yang dilakukan pada Selasa, 25 Agustus 2026, sebagian tanaman yang ditanam pada 5 Agustus 2026 lalu telah tumbuh dan mulai berkembang dengan sangat baik.

Penanaman TOGA ini merupakan salah satu program kerja utama mahasiswa KKN 52 pada Dasa wisma di Jorong Sianok, yang dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Asrina, M.Ag dan Wali Nagari Sianok VI Suku, Eric Joulians St. Palindih. Program ini melibatkan 24 mahasiswa KKN yang terdiri dari 17 mahasiswi perempuan dan 7 mahasiswa laki-laki, yang bekerja sama langsung dengan ibu-ibu PKK setempat mulai dari penyiapan lahan, pengenalan jenis tanaman, hingga proses penanaman.

Pemilihan TOGA sebagai program kerja didasarkan pada potensi pemanfaatan lahan kosong maupun pekarangan warga yang belum tergarap secara optimal, sekaligus untuk meningkatkan kembali kesadaran masyarakat terhadap manfaat apotek hidup dalam kehidupan sehari-hari.

IKLAN AGRARIS

Nilta Warezki Heldama, salah satu anggota mahasiswa KKN-52 UIN Imam Bonjol Padang, menyampaikan bahwa penanaman TOGA di area Dasawisma menjadi upaya untuk menghidupkan kembali pemanfaatan apotek hidup di tingkat lokal.

“Kami menanam 27 jenis TOGA pada Dasawisma di Jorong Sianok, di antaranya ada tanaman jahe, kunyit, kencur, lengkuas, serai, daun sirih, temulawak, temu kunci, temu ireng, lidah buaya, daun salam, daun pandan, jeruk nipis, jeruk purut, kemangi, daun mint, sambiloto, kumis kucing, pegagan, meniran, binahong, belimbing wuluh, daun kelor, serta tanaman obat lainnya. Tujuannya untuk memperkaya keanekaragaman vegetasi apotek hidup di kawasan Dasawisma,” ujarnya.

Selain bernilai kesehatan, sebagian tanaman yang ditanam—seperti jeruk nipis, jeruk purut, kemangi, dan daun mint—juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap masakan maupun minuman tradisional, sehingga keberadaan TOGA tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga mendukung pemanfaatan pekarangan secara produktif.

Suasana Mahasiswa KKN 52 UIN Imam Bonjol Padang bersama ibu-ibu PKK Jorong Sianok dalam kegiatan penanaman TOGA

Perkembangan positif penanaman TOGA ini turut dibenarkan oleh Endang Nurhayati, warga Jorong Sianok yang terlibat langsung dalam kegiatan penanaman bersama mahasiswa KKN-52 UIN Imam Bonjol Padang. Saat ditinjau kembali, ia mengungkapkan bahwa beberapa jenis tanaman mulai memperlihatkan hasil.

“Tanamannya sebagian sudah ada yang tumbuh dan hidup. Cuma memang belum bisa dipanen karena baru saja ditanam,” ungkap Ibu Endang.

Keterlibatan ibu-ibu PKK dalam perawatan harian disebut menjadi faktor penting bagi keberlanjutan program, terutama menjelang berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN di Nagari Sianok VI Suku. Dengan sebagian tanaman yang mulai tumbuh, program TOGA di Jorong Sianok diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan terus dirawat dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat, baik di pekarangan rumah masing-masing maupun di lahan bersama yang telah disediakan.

Program penanaman TOGA ini merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa KKN 52 UIN Imam Bonjol Padang dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, hijau, dan produktif, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal untuk kebutuhan kesehatan keluarga.

Mahasiswa KKN 52 UIN Imam Bonjol Padang dan warga Jorong Sianok siap tempur bergotong royong membersihkan lahan untuk penanaman TOGA

Dari lahan sederhana, tumbuh tanaman yang bermanfaat. Dari kerja bersama, tumbuh kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga.[Mbee]