Agraris.id, 2026 — Melanjutkan kesuksesan yang telah digulirkan pada tahun 2025, Pemerintah melalui Sekretariat Presiden (Setpres) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian kembali memprioritaskan program Bantuan Kemasyarakatan Presiden berupa sapi qurban di tahun 2026 ini.

Program ini tidak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, tetapi juga diposisikan sebagai instrumen strategis untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak lokal di seluruh provinsi Indonesia. Sebagai bentuk kehadiran negara, fokus utama tahun ini adalah memastikan pemerataan bantuan sekaligus menjamin seluruh proses pengadaan hingga distribusi berjalan dengan standar kesehatan yang ketat.

Program bantuan kemasyarakatan Presiden ini tidak hanya bagian dari pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen untuk menggerakkan ekonomi peternak lokal. Kami memastikan sapi yang disalurkan berasal dari peternak dalam negeri, memenuhi persyaratan kesehatan dan syariat, serta melalui proses verifikasi yang ketat,” ujar Agung di Kantor Sekretariat Presiden.

Keterlibatan ratusan peternak lokal dalam penyediaan sapi kurban ini menjadi kunci utama yang membuat masyarakat di daerah merasa sangat terbantu, karena program ini secara langsung membuat roda perekonomian lokal berputar lebih cepat. Dengan mengalihkan serapan pengadaan dari distributor besar langsung ke tangan peternak rakyat, dana bantuan presiden tersebut mengalir ke pedesaan dan meningkatkan daya beli para peternak di berbagai pelosok nusantara.

IKLAN AGRARIS

Momen ini dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan hubungan pemerintah daerah dengan para peternak atau para petani untuk membangun peternakan menjadi lebih baik dan pada akhirnya nanti bukan saja meningkatkan penghasilan dan produktivitas masyarakat peternak, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan seperti ini, menjadi ternak-ternak yang diberdayakan untuk menjadi ternak atau sapi kurban,” ungkap Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardianto.

Langkah strategis ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi rakyat melalui penguatan sektor peternakan mandiri. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap program pemerintah harus memiliki dampak pengganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat kecil agar perputaran modal tetap terjaga di lingkup ekonomi lokal.

Kita ingin setiap rupiah yang dikeluarkan untuk bantuan kemasyarakatan ini kembali dan menghidupkan ekonomi para peternak kita di daerah-daerah. Dengan melibatkan peternak lokal, kita memastikan bahwa kemakmuran ini merata dan dirasakan langsung oleh rakyat,” tegas presiden RI, Prabowo Subianto yang dikutip dari siaran pers resmi di laman presidenri.go.id pada 5 Juni 2025

Selain memberikan keuntungan finansial, program ini juga menjadi ajang bagi peternak lokal untuk menunjukkan kualitas ternak mereka di tingkat nasional melalui pendampingan teknis dari kementerian terkait. Prioritas pada peternak lokal ini diharapkan mampu memotivasi mereka untuk terus meningkatkan skala usahanya secara berkelanjutan.

“Populasi atau ketersediaan sapi hidup kita untuk tahun 2026 itu di atas angka 859 ribu ekor yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan tentu ini adalah sapi-sapi yang telah dipersiapkan oleh teman-teman peternak untuk kebutuhan Hari Raya Idul Kurban Tahun 2026,” tambah Agung.

Melalui ketersediaan stok hewan kurban yang sangat memadai, Kementerian Pertanian menyatakan optimismenya bahwa seluruh rangkaian Iduladha 2026 akan terlaksana dengan sukses dan tertib.[Mbee]

Referensi dan Bacaan Lanjutan:
https://presidenri.go.id/siaran-pers/dorong-ekonomi-rakyat-presiden-prabowo-libatkan-ratusan-peternak-lokal-untuk-penyediaan-sapi-kurban-presiden/

https://ditjenpkh.pertanian.go.id/berita/kementansetpres-prioritaskan-sapi-kurban-bantuan-presiden-2026-dari-peternak-lokal