Agraris.id | 2026 — Agraris Indonesia berupaya memperkuat menjalin kemitraan dengan organisasi mahasiswa untuk membuka akses terhadap layanan, peluang pengembangan kompetensi, dan jejaring profesional

Hingga hari ini, Jumat (30/10/2026), sebanyak tiga organisasi mahasiswa telah menyepakati kerja sama sebagai Benefit Partnership Agraris Indonesia. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal untuk menindaklanjuti kolaborasi antara perusahaan dan organisasi mahasiswa.

Organisasi Mahasiswa Benefit Partnership Agraris Indonesia

Ketiga organisasi tersebut adalah Himpunan Mahasiswa Agribisnis Universitas Ekasakti, Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Universitas Ekasakti, dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Adzkia.

Dokumentasi penandatanganan LoI bersama Himpunan Mahasiswa Agroteknologi dan Himpunan Mahasiswa Agribisnis UNES

Dalam proses penjajakan kerja sama tersebut, Himpunan Mahasiswa Agribisnis Universitas Ekasakti diwakili oleh Ryan Permana, Niko Indra, dan Nur Syamsul Hadi.

IKLAN AGRARIS

Sementara itu, delegasi Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Universitas Ekasakti terdiri atas Bagas Adi Nugroho dan Rehan Agustia Rahmat.

Adapun Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM KM) Universitas Adzkia diwakili oleh Dandi Syaputra dan Afriadi Ikhwan.

Dokumentasi penandatanganan LoI bersama BEM KM Universitas Adzkia

Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi layanan Agraris Indonesia yang digelar pada Kamis (29/10/2026) di Kantor Agraris Indonesia, Padang. Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 delegasi yang mewakili 13 organisasi mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kota Padang.

Melalui sosialisasi itu, para delegasi memperoleh penjelasan mengenai layanan perusahaan serta manfaat yang dapat diakses oleh organisasi dan anggotanya. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk mengenali peluang pengembangan kegiatan bersama sesuai kebutuhan masing-masing organisasi.

Kerja sama sebagai Benefit Partnership diarahkan untuk mendukung pengembangan program, memperkuat hubungan kelembagaan, serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya kedua belah pihak. Dalam pelaksanaannya, organisasi mitra dapat memanfaatkan layanan Agraris Indonesia, antara lain publikasi aktivitas melalui agraris.id serta dukungan penyelenggaraan kegiatan, seperti pelatihan melalui Agraris Academy.

LoI menjadi dasar untuk membahas bentuk kegiatan dan langkah pelaksanaan selanjutnya. Rencana kerja sama dapat dikembangkan dan ditinjau kembali berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak agar manfaatnya sesuai dengan kebutuhan organisasi dan anggotanya.

Melalui kemitraan ini, Agraris Indonesia berharap kesepakatan yang telah dibangun dapat diwujudkan dalam kegiatan yang membuka peluang belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan mahasiswa. Perusahaan juga membuka ruang kolaborasi bagi organisasi lain, termasuk yang belum dapat menghadiri sosialisasi, untuk memperluas keterlibatan generasi muda dalam ekosistem pertanian Indonesia.[Mbee]