Agraris.id, 2026 — Bukit-bukit hijau yang mengitari Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang di kawasan Sungai Bangek tampak berselimut kabut tipis pada Selasa pagi (5/5/2026). Namun, keheningan pagi itu segera pecah oleh riuh rendah semangat, deru cangkul yang menghantam tanah, dan derap langkah ratusan orang yang memeluk bibit-bibit pohon muda. Hari itu, sivitas akademika UIN Imam Bonjol bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat bahu-bahu menyatukan tekad dalam sebuah aksi nyata penyelamatan lingkungan: menanam 1.000 pohon untuk masa depan bumi.

Aksi penghijauan ini tidak sekadar menjadi seremoni kedinasan di atas kertas. Suasana hangat penuh kekeluargaan begitu terasa ketika jajaran personel kepolisian berbaur tanpa sekat dengan ratusan mahasiswa. Sinergi ini kian kuat dengan keterlibatan aktif berbagai organisasi kemahasiswaan internal kampus dan organisasi kepemudaan eksternal serta elemen masyarakat yang sengaja diundang untuk berpartisipasi. Mereka bergerak bersama, membagi tugas dari menggali lubang, memindahkan bibit, hingga menyiram tanaman yang baru saja menjejakkan akarnya di tanah Sungai Bangek.

“Langkah ini bukan sekadar tentang melubangi tanah dan menaruh bibit. Ini adalah ikhtiar kultural dan ekologis untuk memastikan bahwa wilayah kampus yang terus berkembang ini tetap memiliki daerah resapan air yang kokoh serta lingkungan yang rindang bagi generasi mendatang,” ujar Rektor UIN Imam Bonjol, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd.

Pemilihan jenis pohon dalam aksi ini pun dilakukan lewat perencanaan yang matang, bukan sekadar asal tanam. Mengingat topografi Kampus 3 yang berbukit dan memiliki karakteristik tanah yang unik, jenis-jenis pohon yang dipilih disesuaikan secara presisi dengan kultural tanah dan tingkat penyerapan air di kawasan tersebut. Salah satu bintang utama dalam aksi ini adalah pohon Kulim (Scorodocarpus borneensis), sejenis pohon kayu lokal bernilai ekologis tinggi yang ditanam di beberapa titik strategis untuk menjaga kelembapan tanah dan keanekaragaman hayati lokal.

IKLAN AGRARIS

Selain pohon keras seperti Kulim, bentang lereng dan tebing curam yang mendominasi beberapa sudut kampus juga menjadi perhatian utama. Pada titik-titik rawan tersebut, peserta aksi menanam berbagai jenis pohon buah berkayu kuat. Pemilihan pohon berbuah ini memiliki fungsi ganda yang sangat strategis: akar tunggangnya yang mencengkeram dalam akan berfungsi sebagai penahan alami tebing-tebing kampus dari ancaman erosi dan tanah longsor, sementara di masa depan, buah yang dihasilkan dapat dinikmati langsung oleh warga kampus maupun satwa liar yang hidup di sekitar Sungai Bangek.

Semua yang dilakukan saat ini sebagai wujud kecintaan kita kepada alam dan untuk melestarikan lingkungan sekitar kita. InsyaAllah upaya yang kita lakukan sekarang ini beribu-beribu tahun nanti akan dinikmati oleh anak cucu kita, yang tidak hanya buahnya, melainkan juga oksigennya,” tutupnya. [Mbee]