Agraris.id | 2026Mahasiswa semester 6 Program Studi Agroteknologi Universitas Andalas (UNAND) tengah melakukan eksperimen persilangan tanaman Pacar Air (Impatiens balsamina L) untuk merekayasa varietas warna baru.Penelitian yang berpusat di lahan basah khusus milik UNAND ini ditargetkan berlangsung selama empat bulan penuh sejak dimulai pada Maret 2026 lalu.

Naya Madia Finesa, salah satu mahasiswa peneliti yang terlibat langsung, mengungkapkan bahwa fokus utama proyek ini adalah membuktikan sains pemuliaan tanaman secara langsung di lapangan.

Awalnya kami membersihkan lahan lalu dibuat bedengan. Kami lebih fokus untuk menjaga dan menumbuhkan, makanya kami pakai pupuk kandang dan NPK untuk menyuburkan tanaman,” ujar Naya saat diwawancarai.

Menurut Naya, eksperimen hibridisasi ini sengaja memanfaatkan keberagaman warna bunga Pacar Air untuk melihat hasil kombinasi genetiknya.

IKLAN AGRARIS

Penelitian ini dilakukan untuk melihat secara langsung pertumbuhan Pacar Air dan persilangannya, misalkan warna putih disilangin dengan warna merah, hasilnya apa. Atau warna ungu disilangin sama warna merah, misalkan yang jantan ungu dengan betina merah,” terang Naya.

Metode yang diterapkan di lapangan mengacu pada manipulasi serbuk sari antara tanaman jantan dan betina yang berbeda warna. Proses ini dimulai benar-benar dari nol. Setiap kelompok mahasiswa mengelola dua bedengan berukuran $2\times1$ meter dengan tinggi 50 sentimeter.

Pemilihan lahan basah didasarkan pada karakteristik alami Pacar Air yang menyukai kelembapan tinggi agar tanaman dapat tumbuh optimal. Meski demikian, kondisi lahan basah ini membawa tantangan tersendiri bagi para mahasiswa.

Salah satu kendala nyata yang dihadapi di lapangan adalah tingginya pertumbuhan gulma liar di lahan basah, yang mengancam keberlangsungan tanaman utama, kendala ini memaksa mahasiswa untuk beradaptasi, memecahkan masalah, dan konsisten menjaga akurasi metode hibridisasi.” ungkapnya.

Mengingat tren tanaman hias tahun 2026 yang sangat meminati varietas unik dan warna langka, hasil persilangan ini diprediksi memiliki nilai ekonomi tinggi. Jika eksperimen rekayasa warna dari lahan basah UNAND ini berhasil, varietas baru Impatiens balsamina tersebut berpotensi membuka peluang pasar baru yang menjanjikan bagi para petani tanaman hias serta sektor agrikultur nasional. [SC]